Katak dan Siput — Sedikit Renungan

Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak.

Suatu hari, katak yang kehilangan kesabaran akhirnya berkata kepada siput:

“Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan sehingga Anda begitu membenci saya?”

Siput menjawab: “Kalian kaum katak memiliki empat kaki dan bisa melompat ke sana kemari,

tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih.”

Katak menjawab: “Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing,

hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak).”

Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka.

Siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.

***

Nikmatilah kehidupanmu dan tidak perlu dibandingkan dengan kehidupan orang lain. Keirian hati terhadap orang lain dapat membawa lebih banyak penderitaan. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki. Hal tersebut akan membawa lebih banyak rasa syukur dan kebahagiaan bagi kita sendiri.

snail and frog

Gue ngaku, enakan jadi bocah daripada jadi dewasa (yang kerja)

Gue ngaku, enakan jadi bocah daripada jadi dewasa kerja, khususnya karyawan. Itu loh, yang lo kerja untuk perusahaan orang lain.. Sebelumnya gw kasitau aja buat yang gampang terdemotivasi, lebih baik bacanya ditemenin sama orang tua aja orang lain misalnya temen.. Tapi gw bukan yang paling bener juga kok disini. Jadi santai aja bacanya, sesantai gw nulisnya.

1. Ruang lingkup pergaulan lo berkurang. Kalo dulu di sekolah atau kampus lo bisa makan siang atau hangout bareng sampe 10-15 orang temen lo, sekarang tuh udah susah banget buat nyari waktu buat bareng-bareng komplit sama temen-temen lo itu. Temen dan sahabat-sahabat lo udah nyebar-nyebar ke ujung-ujung kota. Sementara rekan kerja lo di kantor yang lo jadiin temen, gak banyak yang bener-beneran jadi temen lo (<– realita). Nah makanya sayangilah temen-temen dan sahabat-sahabat lo di sekolah atau kuliahan…mereka itu gak ada harganya (priceless).

2. Siklus utama hidup lo :  tidur –> bangun –> macet di jalan –> kerja 9-10 jam (seringnya gak tengGO) –> macet di jalan pulang –> free time di rumah 3-4 jam –> tidur lagi –> bangun lagi –> dst. Udah gitu aja. Kalo mau have fun ya otomatis didebet diambil dari free time lo yang cuma 3-4 jam sehari itu. Jadi robot? Hampir.

3. Lo udah ga bisa begadang lagi buat nonton bola. Bisa sih. Tapi ya paling besoknya lo di tempat kerja jadi drop banget konsentrasi atau fisik lo, atau telat gara2 ketiduran atau susah lepas dari ranjang. Dan makin lama lo membiasakan diri buat tidur teratur lebih awal, makin susah buat mata lo tetep melek sampe malem/subuh biarpun niat lo buat nonton big match tim kesayangan lo udah segede gaban yang dipapar senter pembesarnya doraemon.

4. Lo pas dulu blom ada beban dan bisa main game tiap hari, katakanlah Pokemon. Lo melihara dan melatih pokemon perdana pilihan lo, katakanlah charmander. Udah sampai jadi charizard. Level 100. Flamethrower nya dewa. Trus lo (gue) juga nge-train lebih dari seratus pokemon lainnya sampe udah pada gede-gede (levelnya)… Lo sangat mencintai pokemon-pokemon lo begitu pula pokemon-pokemon lo mencintai lo. Trus sekarang lo uda kerja lo dengan kejamnya ninggalin mereka semua tak terurus, kelaparan di dalam gimbot? Lo blom pernah nonton Toy Story???

5. Lo lebih milih weekend lo dipake buat istirahat tidur di rumah daripada main futsal, padahal di masa sebelum lo bekerja lo antusias banget buat olahraga, kayak main futsal, basket, atau lempar lembing setiap sabtu/minggu. Kalo lo absen seminggu aja rasanya lemes dan gak semangat banget kayak lagi sakit tipus (lebay). Alasannya ada beberapa: lo merasa fisik dan mental lo lagi kecapean dan butuh banget yang namanya istirahat setelah 5-6 hari kerja yg melelahkan. Lo terlalu sibuk kerja sehingga lo pengen mendedikasikan hari sabtu minggu lo buat bareng keluarga, hangout bareng temen, atau ibadah. Atau lo lagi dapet tugas masuk kerja di hari sabtu/minggu. Hiiiiiyy…
Apalagi kalo lo pas kuliah aktif banget olahraganya, kayak gw yang sebelom kerja hampir setiap hari minggu ke sporthall kampus main futsal, dengan semangat 1945, trus tiba-tiba jadi lebih jarang main futsal. Ditambah stamina yang makin menurun, pelan tapi pasti gw pun mulai percaya dan menganggap status gw sebagai pensiunan anak futsal…
Pensiunan..

Continue reading

Catatan akhir tahun 2012 (Self note)

Tadinya gamau posting ini karena isinya agak gimanaa… (Mungkin buat sebagian orang) klise-klise basi gitu… tapi akhirnya gw posting aja dengan tujuan sebagai self note. Toh ini personal blog, ya suka-suka gw lah. Self note ini buat ngingetin diri sendiri apa yang udah gw “pelajarin” sepanjang 2012 ini..

– Many things can happen unexpectedly. It may be good or bad, but just continue to live life. Jadi kayaknya gw mesti lebih fleksibel (open minded) lagi ke depannya, gak boleh terlalu idealis lagi deh..hahaha

– Yang lalu2 udah lewat ga usah terlalu lama disesalin, masih ada masa depan yang harus dikejar, jadi apa dan bagaimana hidup kita sekarang, live it with no regrets.

– Life is not about following what people expect you to be. It’s about following your heart to be who you want to be. Gw sendiri yang nge-set standar bahagia gw, dan gw sendiri yang nentuin gw mau jadi apa ke depan.

– Ga seharusnya gw terlalu peduli semua apa pendapat/judge orang lain ke diri gw atau hidup gw (apalagi yang gak membangun).. Mereka itu blom tentu bener-bener ngerti situasi yang gw alamin/rasain. Apa yang gw yakinin, itu yang harusnya gw jalanin. Karena sebenernya diri sendiri gw lah yang paling mengerti apa yang gw butuhin.
Tapi disaat emang gak yakin atau bingung, gada salahnya minta pendapat orang lain.. tapi yang perlu diinget adalah, i don’t have to agree with everyone’s decisions/opinions, i just have to appreciated them.

– I should believe in myself more, believe in my potential, believe in my way. Gw udah pernah buktiin, kalo kata2 “You can if you think you can” lebih banyak benernya daripada bullshitnya…(tentunya jangan yang jauh dari realistis ya)

– Hidup itu lebih nikmat kalo balance (setidaknya ini cita-cita gw). Balance antara kerja, keluarga, temen, dan pribadi. Balance antara kaya materi sama kaya hati…dll

– Pentingnya belajar melepas, biar hati lebih bahagia..hahah (yang ini agak berat dan panjang kalo dijelasin)

I am thanking the tough situations that i went through during this year, for helping me to learn more about myself and about life.. (because, as wise people said, some lessons are best learned through pain). I can say that, i went through my lowest times at least twice during this year. But i bet they will only make me bounce back higher again. I hope i get more strength from this struggle.

Kalo resolusi tahun 2013, sementara ini… :

– Jadi orang yg lebih baik (standar lah ya… tapi mesti)

– Kerja yang bener, pantang nyerah, tetep optimis, dan lebih maksimalin kesempatan2 yang ada…

– Di 2013 supaya gw lebih rendah hati, lebih sederhana, gak terlalu gengsian sama orang lain

– Lebih bersyukur sama apa yang udah didapet, bersyukur karena terhindar dari masalah2 tertentu, karena ada banyak orang yg punya masalah lebih parah dari gw..

– Banyakin tabungan rupiah sama tabungan karma baik.. hahahah

– Yang terakhir, supaya bisa bikin diri sendiri n orang terdekat lebih happy aja 🙂

I am ready for 2013…

Died on this date, one of the greatest drummer, James “The Rev” Sullivan

RIP Rev,
One of the most amazing drummer, you and your talents will be greatly missed.

We hope you found your little piece of heaven in the afterlife.

Hari ini tepat 3 tahun sejak om James “Jimmy” Owen Sullivan alias “The Rev” (9 Feb 1981 – 28 Des 2009, aged 28) meninggal dunia di rumahnya sendiri di Huntington Beach, California. Om Rev ini, menurut berita, meninggalnya karena overdosis obat-obatan (drugs)… :’-(

Jimmy SullivanBuat perkenalan sekaligus pengenangan, Om Rev ini drummer Avenged Sevenfold (A7X), band favorit gw… The Rev, bareng Matt Shadows, Zacky Vengeance, dan Matt Wendt yang pertama kali ngebentuk A7X di 1999. Nih orang bukan drummer biasa-biasa aja cuy, ngga cuma jago banget skill drumming-nya, The Rev juga jago mainin piano, perkusi, bisa ciptain lagu, dan bisa nyanyi juga (di A7X dia juga jadi backing vocalist) — itu nyanyi sambil ngedrum loh, gw aja gak bisa tuh, nyanyi sambil main gitar, apalagi nyanyi sambil main suling.

Megang drum di A7X, om Rev ini terkenal dengan skill “double bass pedal”-nya yang jago n cepet banget… (seperti seharusnya drummer band metal yang emang mesti jago ginian), sedikit contohnya bisa didengerin di lagu “Beast and The Harlot”, “Almost Easy”, sama “Critical Acclaim”.
Piano-play nya bisa didengerin di “Seize the Day”, “Fiction”, atau “Warmness on the Soul”, sedangkan percussion-play nya di lagu “Sidewinder”.
Kalau suaranya, bisa jelas didengerin di “A Little Piece of Heaven”, “Critical Acclaim”, “Scream”, “Afterlife”, “Fiction”, dan “Seize the Day”, di mana di lagu2 itu porsi vokal The Rev lumayan banyak.
Selain nyanyi dan main alat musik, Rev juga konsisten ciptain lagu-lagu di A7x semisal “A Little Piece of Heaven”, “Afterlife”, “Fiction”, “Welcome to the Family”, dll.

Kemudian di tahun 2010, A7x akhirnya rilis album “Nigthmare”, yang sebagian besar lagu-lagunya merupakan tribute buat The Rev.. contohnya “So Far Away”, “Nightmare”, sama “Fiction”. Kalo dengerin “Fiction” ini, yang bikin agak merinding adalah, pas tau kalo lagu ini ternyata selesai dibikin The Rev tepat tiga hari sebelum dia meninggal… ditambah pas di bagian2 yang Rev nyanyiin:

“Now I think I understand how this world can overcome a man.”
(Both Rev and Matt sing this part)

“Not that I could, or that I would let it burn under my skin, let it burn.”

“I hope it’s worth it, here on the highway, yeah, I know you’ll find your own way, when I’m not with you.”

(lagu perpisahan dari om Rev mungkin?)

—–

Terlepas dari itu, mari ini dinikmatin beberapa lagunya yang mantep2…

Fiction

So Far Away

A Little Piece of Heaven (live)

Seize the Day (live)

—–

A message from the band:

Jimmy

It is with great sadness and heavy hearts that we tell you of the passing today of Jimmy “The Rev” Sullivan. Jimmy was not only one of the world’s best drummers, but more importantly he was our best friend and brother. Our thoughts and prayers go out to Jimmy’s family and we hope that you will respect their privacy during this difficult time.

Jimmy you are forever in our hearts.
We love you.

M Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance and Johnny Christ.

—–

Related article: http://deathbatnews.wordpress.com/2009/12/28/jimmy-the-rev-sullivan-rest-in-peace/